I for Innocence
lelaki berkemeja merah itu telah menarik perhatian mataku, menyentuh hatiku dan menghentikan nafasku.
perbincangan tak bermakna yang terjadi sungguh amatlah terasa olehku. kurasakan apa yang berlainan dengan apa yang kulihat. kau mengetahui apa yang tak seharusnya kau ketahui tentangku. itu sudah lebih dari indah bagiku.
paling tidak kau adalah orang yang mengganggap keberadaanku dengan baik, dann sangat manghargaiku. tapi...
lagi-lagi jalan menuju pelangi itu harus melewati jurang yang amat dalam, sehingga kuhanya bis amelihatmu dari kejauhan tanpa bisa menggapaimu.
entah dari mana awalnya ku mulai menyukaimu, entah darimana aku mulai suak melihat setiap gerak gerikmu, entah sejak kapan aku mulai peduki akan apa yang kau hirup, apa yang kau gunakan, apa yang kau lakukan ketika aku tak bersamamu.
AKU MENYUKAIMU SANGAT !
WAHAI ANDA !
perbincangan tak bermakna yang terjadi sungguh amatlah terasa olehku. kurasakan apa yang berlainan dengan apa yang kulihat. kau mengetahui apa yang tak seharusnya kau ketahui tentangku. itu sudah lebih dari indah bagiku.
paling tidak kau adalah orang yang mengganggap keberadaanku dengan baik, dann sangat manghargaiku. tapi...
lagi-lagi jalan menuju pelangi itu harus melewati jurang yang amat dalam, sehingga kuhanya bis amelihatmu dari kejauhan tanpa bisa menggapaimu.
entah dari mana awalnya ku mulai menyukaimu, entah darimana aku mulai suak melihat setiap gerak gerikmu, entah sejak kapan aku mulai peduki akan apa yang kau hirup, apa yang kau gunakan, apa yang kau lakukan ketika aku tak bersamamu.
AKU MENYUKAIMU SANGAT !
WAHAI ANDA !

